Berita

Sawit atau REDD: Antara Peluang dan Ancaman

Sawit atau REDD: Antara Peluang dan Ancaman

Investasi perusahaan pekebunan khusus perkebunan sawit di Kalteng saat ini sangat tinggi, tidak terkecuali di wilayah sepanjang aliran sungai Katingan dan Mentaya.


Di wilayah DAS Katingan saja setidaknya ada 5 perusahaan sawit yang rencananya akan berkegiatan antara lain; PT Persada Era Argo Kencana, PT, Mendawai dan PT Arjuna Utama sawit. Perusahaan-perusahaan ini telah beberapa kali melakukan survey, bahkan PT Argo Kencana katanya telah melakukan sosialisasi rencana investasi dengan mengundang Kades-Kades yang desanya masuk dalam kawasan perkebunan.

Masyarakat berpandangan adanya perusahaan sawit merupakan suatu peluang yang sayang jika disisa-siakan. Sudah sangat lama mereka menyimpan hasrat memiliki kebun sawit ataupun bekerja di perusahaan sawit yang lokasinya dekat dengan desa. Apalagi informasinya masyarakat akan diberi jatah mengelola kebun plasma. Kami tidak perlu jauh-jauh lagi kesawitan. Ungkap beberapa warga. Harapan dan keinginan untuk hidup layak dengan mendapatkan pekerjaan layak memang sangat sulit ditemukan pasca zaman keemasan kayu. Ya, masyarakat sepanjang DAS Katingan dulunya bekerja disektor kehutanan sebagai penebang kayu atau bekerja diperusahaan-perusahaan perkayuan yang banyak tersebar di sepanjang sungai baik yang legal maupun illegal. Sawit merupakan salah satu alternatif yang katanya dapat membuat kehidupan mereka lebih baik. 

"Dengan adanya perusahaan sawit Kami punya pekerjaan, dapat menjual hasil pertanian padi, sayuran atau ikan, kami akan dibangunkan transportasi jalan sehingga tidak sulit memasarkan hasil bumi dan juga kami akan memiliki perkebunan sawit, dengan ini mungkin hidup kami bisa lebih baik dibandingkan saat ini yang pekerjaanya tidak menentu."" Demikian ungkapan warga akan keberedaan investasi sawit penuh harapan.

Apakah memang seperti itu yah ... Tunggu Dulu. Setiap Manusia memang memiliki hak dasar untuk menentukan pilihan hidup dan berdasarkan pengetahuan dan informasi yang dia miliki. Seperti halnya menentukan pilihan dalam Pemilu yang harus bebas, adil dan sesuai hati nurani tanpa ada paksaan. Sebelum memutuskan sesuatu, terutama yang berhubungan dengan kehidupan selanjutnya, penting adanya masyarakat mendapatkan pengetahuan dan informasi yang baik, benar dan adil, tak terkecuali investasi perekebunan baik itu sawit maupun REDD. 

REDD apa yah itu ..., Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation, wah itu apalagi tamba bingung saya? Ini suatu mekanisme yang disusun bersama dimana negara-negara yang Sawit berkeinginan dan mampu untuk mengurangi emisi dan deforestasi hutan harus diberikan kompensasi ļ¬nancial untuk melakukan hal tersebut. Semua ini dalam rangka mengurangi efek dari penasan bumi, pemanasan bumi tamba bingung saya? Ini sudah di undangkan yaitu Permenhut. No. 36 tahun 2009. Oh iya kah..., lalu bagaimana itu ya?

Konsep REDD ini dapat memberikan insentif kepada masyarakat lokal yang mengelola hutan secara lestari. Di Permenhut No 36 tahun 2009 ini, Perusahaan juga dapat mengajukan Izin usaha pengelolaan hasil hutan kayu Restorasi Ekosistim (IUPHHK-RE) dengan jenis Usaha Pemanfaatan Jasa Lingkungan Penyerapan Karbon dan/ atau Penyimpanan Karbon (UP RAPKARBON dan/atau UP PAN-KARBON) pada hutan produksi dan hutan lindung.

Mungkin singkatnya seperti ini, perusahaan dapat memperoleh izin usaha mengelolah hutan-restorasi ekosistem dengan tujuan utama merestorsi hutan dan ia akan mendapatkan kompensasi dari usahanya melalui sistem perdagangan karbon. Karbon apa ya itu...? Mungkin kayu-kayu mengeluarkan udara segar kali ya makanya kita disuruh jaga hutan ...mulai ngerti dikit...., tapi kita masyarakat bagaimana? Dilarang masuk seperti Taman Nasional kah, apa yang diberikan ke kemasyarakat, kita bisa kerja di situ kah.... Lokasinya di sini dimana ya...?

Sawit dan REDD merupakan dua hal yang lokasi usahanya pada wilayah hutan negara dengan jenis kegiatan yang berbeda. Sawit sudah sangat familiar di masyarakat karena memang telah banyak perusahaan sawit di Kalteng dan juga banyak masyarakat yang perna bekerja di perusahaan sawit. Oleh karenanya jika berdiskusi mengenai investasi perkebunan sawit dengan lancar masyarakat akan menjelaskan manfaat, namun demikian banyak juga masyarakat yang mengetahui dampak dari adanya kegiatan ini misalnya, penggunaan obatobatan yang berlebihan sehingga tanah sekitarnya tidak subur lagi dan pengambil alihan hak terutama tanahtanah masyarakat tanpa kompensasi yang jelas. Jika ada perusahaan sawit maka hampir tidak ada tumbuhan yang dapat hidup. Belum lagi biasanya perusaahaan tidak mengusahakan kebun plasma yang dijanjikan. Masyarakat umumnya menginginkan masih tetap bertani dan mengusahakan tanah yang ada disekitar desa oleh karenanya setidaknya jika harus ada perusahaan sawit lokasinya setidaknya 7 Km dari sungai. Umumnya tanah-tanah yang telah digarap untuk pertanian dan perkebunan saat ini sejauh 3 – 5 Km. 
Bagaimana jika berdiskusi tentang REDD atau pengurangan emisi atau sistem perdagangan karbon? Ternyata masih sangat banyak pertanyaan dari masyarakat seperti yang telah dibahas di atas. Pertanyaan–pertanyaan yang demikian mengenai REED selalu sama, baik oleh masyarakat maupun aparat pemerintahan, ini wajar karena REDD merupakan hal baru yang belum tersosialisasi sampai kemasyarakat dan memang masih dalam tahap uji coba di Indonesia. 

Adanya rencana investasi dari perusahaan sawit dan REED satu hal yang pasti adalah keduanya akan bersinggungan dengan hak dan kepentingan masyarakat lokal yang hidup disekitar lokasi investasi dimana mereka sangat menggantungkan hidup pada keberlanjutan sumber daya hutanya. Tidak adil rasanya jika masyarakat ditempatkan pada pihak yang selalu menanggung dampak dari adanya kegiatan investasi seperti yang banyak terjadi selama ini. Masyarakat wajib mendapatkan informasi yang baik dan benar tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan mereka selanjutnya. Masyarakat harus diajak untuk berpikir sebelum ia memutuskan sesuatu karena tanpa informasi yang benar maka akas sulit dan tidak adil rasanya bagi mereka menentukan pilihan atau mereka akan memutuskan sesuatu tanpa pertimbangan yang baik pula.  Oleh karenanya sudah sewajibnya setiap investor sebelum melakukan investasi harus memberikan informasi yang sejujur-jujurnya mengenai dampak (manfaat/kerugian) dari rencana investasinya. Dengan demikian masyarakat akan menilai dan memutuskan dengan benar yang didasari pada informasi yang benar pula sehingga keputusan yang diambil oleh masyarakat adalah benar dan bertanggung jawab.  

Salah satu tujuan yang diharapkan dari kegiatan yayasan PUTER INDONESIA di Kalteng adalah memastikan semua hal ini dapati berjalan dengan baik dan benar, keberpihakan kepada masyarakat (pihak yang sering dirugikan) haruslah jelas sehigga tidak muncul dualisme keberpihakan. Sebagai pihak yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat adalah tanggung jawab PUTER INDONESIA memastikan segalanya dapat berjalan dengan baik dan benar dan semoga angkah-langkah yang sedang dijalankan saat ini melalui PROGRAM PENINGKATAN PARTISIPASI  MASYARAKAT DALAM REDD menjadi pembuka jalan untuk mencapai tujuan itu. Karena tidak ada sesuatu yang besar tanpa dimulai dari yang kecil.

There are no comments

Posting comments after has been disabled.

Yayasan Puter Indonesia

Kantor:
Perumahan Bogor Baru, Jl. Danau Toba, Blok C-2 No.9
Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah
Kode Pos 16127
P: +62 251 7568477
F: +62 251 7568477
E: office@puter.or.id